SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA BERKEMBANG SECARA UMUM
Minggu, 31 Maret 2013
Sabtu, 30 Maret 2013
ruang lingkup ekonomi
<font size="2"><a href="http://www.docstoc.com/docs/150468618/Ruang-Lingkup-Ekonomi">Ruang Lingkup Ekonomi</a></font><br/><object id="_ds_150468618" name="_ds_150468618" width="630" height="550" type="application/x-shockwave-flash" data="http://viewer.docstoc.com/"><param name="FlashVars" value="doc_id=150468618&mem_id=35170272&doc_type=docx&fullscreen=0&allowdownload=1" /><param name="movie" value="http://viewer.docstoc.com/"/><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="allowFullScreen" value="true" /></object><script type="text/javascript">var docstoc_docid="150468618";var docstoc_title="Ruang Lingkup Ekonomi";var docstoc_urltitle="Ruang Lingkup Ekonomi";</script><script type="text/javascript" src="http://i.docstoccdn.com/js/check-flash.js"></script>
Rabu, 23 Januari 2013
BIROKRASI
BIROKRASI
- Definisi
Birokrasi berasal dari kata
bureau yang artinya meja atau kantor dan kata kratia diartikan sebagai suatu
pemerintahan. Dalam bahasa inggris birokrasi disebut dengan civil
service. Dalam kamus akademi perancis pada tahun 1978 dengan arti kekuasaan,
pengaruh, dari kepala dan staf biro pemerintahan. Dalam kamus bahasa jerman
edisi 1813 mendefenisikan birokrasi sebagai wewenang atau kekuasaan yang
berbagai departemen pemerintah dan cabang-cabangnya.
Sedangkan pada kamus italia
terbit 1823 mengartikan birokrasi sebagai kekuasaan pejabat di dalam
administrasi pemerintahan.
Pada awal abad ke-19, balzac
memaparkan citra birokrasi dan mempopulerkannya di perancis. Demikian dengan
john gorres, melihat birokrasi sebagai institusi sipil yang mirip kedudukan
tentara. Bahkan prinsipnya sama dengan tentara : disiplin, kelompok, promosi,
sentralisasi dan penghargaan.
John stuart mill, dalam teori
politiknya, birokrasi memiliki arti penting yaitu : keterampilan dan kemampuan
politik yang tinggi.
Menurut max weber birokrasi
adalah sebagai bagian dari usaha yang luar biasa untuk membukukan konsep-konsep
sosial.
Weber mengemukakan 5 keyakinan
sebagai berikut :
- Hukum adalah sistem
abstrak
- sedangkan administrasi mengurus
kepentingan organisasi
- Manusia menjalankan otoritas
dan mematuhi tatanan impersonal
- Anggota taat hukum
- Kepatuhan ditunjukan kepada
tatanan impersonal
Berdasarkan definisi beberapa
ahli birokrasi adalah suatu sistem kontrol yang dirancang berdasarkan
aturan-aturan yang rasional dan sistematis bertujuan mengkoordinasi dan
mengarahkan aktivitas-aktivitas kerja individu untuk menyelesaikan tugas-tugas
administrasi berskala besar ( dari Blau & Meyer,1971;Coser &
Rosenberg,1976;mouzelis dalam setiawan,1998).
Dalam kamus bahasa indonesia
birokrasi merupakan sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai karena
telah berpegang pada hirarki dan jenjang jabatan.
Dalam suatu organisasi, baik
organisasi pemerintahan maupun swasta, baik dalam bidang niaga/perusahaan
maupun bidang sosial, birokrasi merupakan sistem kerja yang menyelenggarakan
kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan kertas atau paper work.
- Keuntungan dan
kelemahan birokrasi
Untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan birokrasi merupakan syarat pokok yang harus dibina dan dikembangkan
sehingga merupakan suatu birokrasi yang kuat. Dengan adanya birokrasi yang
kokoh dan kuat suatu negara tidak akan terombang ambing oleh perubahan politik,
kebijaksanaan, peraturan perundang-undangan yang baru.
Disamping keuntungan yang dapat
diperoleh dari birokrasi yang baik, dalam tubuh birokrasi juga terdapat
beberapa kelemahan. Kelemahan pokok dalam birokrasi adalah sifat regid atau
kaku dari birokrasi. Sifat regid dari birokrasi mengakibatka kurang fleksibel
karena segala urusan terlalu terkait oleh suatu ketentuan, peraturan, prosedur
yang pada umumnya berbelit-belitsehingga ,e,bosankan bagi yang memiliki
kepentingan yang mendadak tergesa-gesa dengan waktu yang terbatas, tentu
mereka tidak banyak berbuat apa-apa kecuali menunggu kepentingan itu selesai
sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditentukan.
Kelebihan birokrasi menurut max
weber :
- Ada aturan, norma dan prosedur
untuk mengatur organisasi
- Ada spesialisasi pekerjaan dan
job description yang jelas
- Ada hirarki otoritas yang
formal, sehingga memudahkan pengkoordinasian
Kekurangan birokrasi menurut max
weber
- Hirarki otoritas yang formal
cenderung kaku
- Aturan dan kontrol yang terlalu
rinci menyebabkan impersonality atau melupakan unsur-unsur kemanusiaan
- Birokratisme
Jika birokrasi itu baik maka
segala urusan dapat berjalan dan di selesaikan dengan baik. Namun jika dalam
prakteknya banyak hal dan urusan tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan
sehingga menimbulkan kemacetan dan hambatan. Hambatan yang terjadi bukan karena
birokrasi namun birokrasi yang tidak baik.
Menyebut Birokrasi dalam arti
negatif dengan istilah birokratisme. Birokratisme mengacu pada sifat
keterpakuan pada rutinitas, penolakan terhadap inovasi, keengganan memikul
tanggung jawab, kekakuan dalam menerapkan aturan, kecendrungan menunda
pekerjaan (Dawam Raharjo; Prisma,1986).
Birokratisme muncul karna
beberapa hal yaitu :
- Ada sementara pejabat/pegawai
yang terlalu berpegang teguh pada ketentuan/peraturan yang berlaku, tidak dapat
meneyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung
- Tidak adanya human relation
yang harmonis dalam instansi sehingga antara pejabat satu dengan lainnya tidak
saling mengenal meskipun berada dalam satu lingkungan
- Pejabat/pegawai memperlambat
urusan dengan maksud-maksud tertentu
- Organisasi terdiri dari
beberapa unit dan masing-masing unit terletak saling berjauhan
- Pejabat/pegawai menunjukkan
kekuasaannya
- Pejabat/pegawai menentang
kebijaksanaan pimpinan
- Kebijaksanaan yang ditetapkan
tidak dimengerti bawahan sehingga kebijaksanaan tidak dapat dilakukan
- Pejabat/pegawai tidak mau
menerima perubahan dalam sistem. Metode dan prosedur kerja
- Pejabat/pegawai tidak menyadari
mereka sesungguhnya adalah abdi negara, yang harus memberikan pelayanan yang
sebaik-baiknya kepada masyarakat, bukan sebaliknya.
- Faktor kepemimpinan juga dapat
mempengaruhi birokratisme. Hal ini tergantung dari tipe kepemimpinan seorang
pimpinan.
Ada beberapa tipe kepemimpinan
yaitu :
- Tipe leadership yaitu suatu
tipe dimana seseorang leader mengadakan hubungan langsung dengan bawahan tidak
melalui jalur-jalur hirarki yang ditetapkan. Tipe ini akan mengakibatkan
timbulanya sentralisasi kepemimpinan, seolah-olah semua instruksi datang dari
pimpinan.
- Tipe non-persoanal leadership
yaitu suatu tipe dimana seorang pimpinan dalam mengadakan hubungan dengan para
bawahan melalui saluran hirarki yang telah ditetapkan.
Referensi :
http://kaummudayangmerana.blogspot.com/2008/02/kutipan-buku-birokrasi-martin-albrow.html
http://communicationista.wordpress.com/2009/12/19/max-weber-theory-of-bureaucracy/
(MAX WEBER (1864 )THEORY OF BUREAUCRACY)
Martin Albrow,
Birokrasi,(yogyakarta: Tiara Wacana, cet.3,2004).
Wursanto,lg.2002,Dasar-DasarIlmuOrganisasi,ANDI,Yogyakarta.(
http://antonsinaga.blogspot.com/2013/01/birokrasi.html)
http://chayoo-jelex.blogspot.com/2013/01/definisi-keuntungan-kelemahan-konsep.html
Senin, 03 Desember 2012
Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi
Dalam Organisasi
Definisi
Pengertian Komunikasi
Komunikasi
adalah Suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak
yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi
dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang
bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa
menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari.
Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan
perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan
ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima
berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya
saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan
diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai
tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Beberapa definisi komunikasi :
1.
Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau
kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan
(Roben.J.G).
2.
Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi
dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
3.
Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan
persamaan dengan orang lain (Schram,W).
4.
seorang ahli komunikasi dan pendidikan,
mengungkapkan “communication is the process by which system is established,
maintained, and altered by menans of shared signals that operate according to
rules”. Komunikasi diartikan sebagai suatu proses memberikan signal menurut
aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu system dapat didirikan,
dipelihara dan diubah(Louis Forsdale - 1981).
5.
mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses
memindahkan informasi dan pengertian (maksud) dari satu orang kepada orang lain
(Gatewood and Taylor - 1996).
6.
mengartikan komunikasi sebagai suatu proses yang
dipergunakan oleh manusia untuk mencari kesamaan arti lewat tranmisi pesan
simbolik (Stoner, Freeman dan Gilbert - 1996).
7.
mengartikan komunikasi sebagai proses pertukaran
fakta, ide, opini atau emosi melalui kata-kata, surat-surat, symbol-simbol atau
pesan (Newman dan Summer - 1961).
Komunikasi Organisasi dapat
didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit
komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi
terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang
satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Tujuan komunikasi dalam proses organisasi
tidak lain dalam rangka membentuk saling pengertian (mutual undestanding) .
Pendek kata agar terjadi penyetaraan dalam kerangka referensi, maupun dalam
pengalaman.
Pentingnya komunikasi
Beberapa alasan pentingnya Komunikasi:
a)
Komunikasi mendatangkan efektifitas yang lebih
besar.
b)
Komunikasi menempatkan orang-orang pada tempat
yang seharusnya.
c)
Komunikasi membawa orang-orang untuk terlibat
dalam organisasi dan meningkatan motivasi untuk melibatkan kinerja yang baik,
dan meningkatkan komitmen terhadap organisasi.
d)
Komunikasi menghasilkan hubungan dan pengertian
yang lebih baik antara bawahan, kolega, dan orang-orang di dalam organisasi dan
di luar organisasi.
e)
Komunikasi menolong orang-orang untuk mengerti
perlunya perubahan.
f)
Komunikasi meminimalkan permasalahan-permasalahan
di dalam keorganisasian seperti konflik, stress, demotifasi dan loyalitas.
komunikasi menjadi sebuah media
penting dalam sebuah organisasi, karena dalam berorganisasi kecakapan
menyampaikan maksud dan tujuan (berkomunikasi) antar pribadi dapat meredam
gesekan-gesekan konflik yang sebelumnya kita bahas. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi
menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal.
50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
·
Komunikasi
antar pribadi
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
·
Komunikasi
kelompok
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
Pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
·
Komunikasi
massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu
media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Adanya 3 (tiga)
model dalam komunikasi:
1. Model komunikasi linier (one-way communication),
dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan
respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya
bersifat monolog.
2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan
dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan
balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana
setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak
sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini
komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara
dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah
komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.
Dengan landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi
sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang
komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia
(human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi. Atau dengan
meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai
arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu
sama lain (the flow of messages within a network of interdependent
relationships).
BENTUK KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Salam perkembanganya Komunikasi dalam sebuah organisasi dibagi dalam beberapa hal :
Salam perkembanganya Komunikasi dalam sebuah organisasi dibagi dalam beberapa hal :
1. Management Information System
Misalnya: dengan menggunakan computer, data, informasi.
2. Telecomunication
Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
berhadapan langsung.
Misalnya: telepon, TV, e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.
3. Non verbal communication
Pralinguistic, proxemics, kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.
4. Interpersonal communication
Komunikasi yang terjadi antar individu.
5. The organizational communication process
- instruksi atau komando
- laporan, pertanyaan, permintaan
- subsgroup dengan subsgroups
- staff
BENTUK KOMUNIKASI BERDASAR STRUKTUR ORGANISASI
1. Superior - subordinate communication
Disebut juga downward communication yaitu komunikatornya adalah atasan
dan komunikasinya adalah bawahannya.
Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:
a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the job yaitu alasan mengapa tugas
tersebut harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi (visi, misi) untuk memudahkan
dalam mencapai tujuan organisasi.
Media yang digunakan adalah media tulis, media lesan, interaktif.
2. Subordinate - initiated communication
Disebut juga dengan upward communication yaitu komunikasi yang terjadi dari
bawahan ke atasannya.
Adapun bentuknya adalah:
a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap, peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis, beberapa informasi penting
lainnya.
3. Interactive communication
Komunikasi yang terjadi pada karyawan yang selevel.
Bentuknya adalah
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution
Misalnya: dengan menggunakan computer, data, informasi.
2. Telecomunication
Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
berhadapan langsung.
Misalnya: telepon, TV, e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.
3. Non verbal communication
Pralinguistic, proxemics, kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.
4. Interpersonal communication
Komunikasi yang terjadi antar individu.
5. The organizational communication process
- instruksi atau komando
- laporan, pertanyaan, permintaan
- subsgroup dengan subsgroups
- staff
BENTUK KOMUNIKASI BERDASAR STRUKTUR ORGANISASI
1. Superior - subordinate communication
Disebut juga downward communication yaitu komunikatornya adalah atasan
dan komunikasinya adalah bawahannya.
Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:
a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the job yaitu alasan mengapa tugas
tersebut harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi (visi, misi) untuk memudahkan
dalam mencapai tujuan organisasi.
Media yang digunakan adalah media tulis, media lesan, interaktif.
2. Subordinate - initiated communication
Disebut juga dengan upward communication yaitu komunikasi yang terjadi dari
bawahan ke atasannya.
Adapun bentuknya adalah:
a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap, peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis, beberapa informasi penting
lainnya.
3. Interactive communication
Komunikasi yang terjadi pada karyawan yang selevel.
Bentuknya adalah
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution
Daftar Pustaka :
Jiwanto, Gunawan. 1985. Komunikasi
dalam Organisasi Gunawan Jiwanto. Yogyakarta : OK Publishing
Langganan:
Postingan (Atom)