Senin, 14 Juli 2014

Sejarah gunung bromo

Sejarah  Gunung  Bromo | Legenda Bromo Tengger . konon pada jaman dahulu kala ketika kerajaan majapahit mengalami serangan dari berbagai daerah penduduk pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal hingga pada akhirnya mereka terpisah menjadi 2 bagian yan pertama menuju ke gunung  Bromo, kedua menuju Bali. Ke 2 tempat ini sampai sekarang mempunyai 2 kesamaan yaitu sama – sama menganut kepercayaan beragama Hindu. Disebut suku Tengger di kawasan Gunung Bromo, Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng juga Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger itu. “Teng” akhiran nama Roro An-”teng” dan “ger” akhiran nama dari Joko Se-”ger” dan Gunung Bromo sendiri dipercaya sebagai gunung suci. Mereka menyebutnya sebagai Gunung Brahma. orang Jawa kemudian menyebutnya Gunung Bromo.
Di sebuah pertapaan, istri seorang Brahmana / Pandhita baru saja melahirkan seorang putra dengan fisiknya sangat bugar dengan tangisan yang sangat keras ketika lahir, karenanya bayi tersebut diberi nama ” JOKO SEGER “.
Di tempat sekitar Gunung Pananjakan, pada waktu itu ada seorang anak perempuan yang lahir dari titisan dewa. Wajahnya cantik juga elok. Dia satu-satunya anak yang paling cantik di tempat itu. Ketika dilahirkan, anak itu tidak layaknya bayi lahir. Ia diam, tidak menangis sewaktu pertama kali menghirup udara. Bayi itu begitu tenang, lahir tanpa menangis dari rahim ibunya. Maka oleh orang tuanya, bayi itu dinamai Rara Anteng.
Dari hari ke hari tubuh Rara Anteng tumbuh menjadi besar. Garis-garis kecantikan nampak jelas diwajahnya. Termasyurlah Rara Anteng sampai ke berbagai tempat. Banyak putera raja melamarnya. Namun pinangan itu ditolaknya, karena Rara Anteng sudah terpikat hatinya kepada Joko Seger.
Suatu hari Rara Anteng dipinang oleh seorang bajak yang terkenal sakti dan kuat. Bajak tersebut terkenal sangat jahat. Rara Anteng terkenal halus perasaannya tidak berani menolak begitu saja kepada pelamar yang sakti. Maka ia minta supaya dibuatkan lautan di tengah-tengah gunung. Dengan permintaan yang aneh, dianggapnya pelamar sakti itu tidak akan memenuhi permintaannya. Lautan yang diminta itu harus dibuat dalam waktu satu malam, yaitu diawali saat matahari terbenam hingga selesai ketika matahari terbit. Disanggupinya permintaan Rara Anteng tersebut.
Pelamar sakti tadi memulai mengerjakan lautan dengan alat sebuah tempurung (batok kelapa) sehingga pekerjaan itu hampir selesai. Melihat kenyataan demikian, hati Rara Anteng mulai gelisah. Bagaimana cara menggagalkan lautan yang sedang dikerjakan oleh Bajak itu? Rara Anteng merenungi nasibnya, ia tidak bisa hidup bersuamikan orang yang tidak ia cintai. Kemudian ia berusaha menenangkan dirinya. Tiba-tiba timbul niat untuk menggagalkan pekerjaan Bajak itu.
Rara Anteng mulai menumbuk padi di tengah malam. Pelan-pelan suara tumbukan dan gesekan alumembangunkan ayam-ayam yang sedang tidur. Kokok ayam pun mulai bersahutan, seolah-olah fajar telah tiba, tetapi penduduk belum mulai dengan kegiatan pagi.
Bajak mendengar ayam-ayam berkokok, tetapi benang putih disebelah timur belum juga nampak. Berarti fajar datang sebelum waktunya. Sesudah itu dia merenungi nasib sialnya. Rasa kesal dan marah dicampur emosi, pada akhirnya Tempurung (Batok kelapa) yang dipakai sebagai alat mengeruk pasir itu dilemparkannya dan jatuh tertelungkup di samping Gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sampai sekarang dinamakan Gunung Batok.
Dengan kegagalan Bajak itu membuat lautan di tengah-tengah Gunung Bromo, suka citalah hati Rara Anteng. Ia melanjutkan hubungan dengan kekasihnya, Joko Seger. Kemudian hari, Rara Anteng dan Joko Seger menikah sehingga menjadi pasangan suami istri yang bahagia, karena keduanya saling  mengasihi dan mencintai.
Pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, maksudnya “Penguasa Tengger Yang Budiman”. Nama Tengger diambil dari akhir suku kata  nama Rara Anteng dan Jaka Seger. Kata Tengger berarti juga Tenggering Budi Luhur atau pengenalan moral tinggi, simbol perdamaian abadi.
Dari waktu ke waktu masyarakat Tengger hidup makmur dan damai, namun sang penguasa tidaklah merasa bahagia, karena setelah beberapa lama pasangan Rara Anteng dan Jaka Tengger berumahtangga belum juga dikaruniai keturunan. Kemudian diputuskanlah untuk naik ke puncak gunung Bromo untuk bersemedi dengan penuh kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa agar di karuniai keturunan.
Tiba-tiba ada suara gaib yang mengatakan bahwa semedi mereka akan terkabul namun dengan syarat bila telah mendapatkan keturunan, anak yang bungsu harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo, Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya, kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orang tua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya. Pendek kata tentang Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger, pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger ingkar janji, Dewa menjadi marah dengan mengancam akan menimpakan malapetaka, kemudian terjadilah prahara keadaan menjadi gelap gulita sehingga kawah Gunung Bromo menyemburkan api.
Kusuma anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api kemudian masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib: ”Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orang tua kita dan Hyang Widi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Syah Hyang Widi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji yang berupa hasil bumi kemudian di persambahkan kepada Hyang Widi asa di kawah Gunung Bromo. sampai sekarang kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.
Begitulah Sejarah Gunung Bromo | Legenda Bromo Tengger semoga cerita ini menjadi budaya yang tak terlupakan, hingga sampai sekarang Gunung Bromo menjadi tempat begitu indah juga menjadi lokasiWisata Bromo meski di selimuti banyak misteri.

sumber :
http://wisatabromo.com/sejarah-gunung-bromo/



kriteria presiden RI


Saat ini bangsa Indonesia mengalami ujian dan cobaan yang luar biasa. Mulai dari melambungnya harga sembako, banyaknya bencana alam yang terjadi, DPR yang mementingkan kepentingan pribadi, dan lain-lainnya. Oleh karena itu sangat dibutuhkan seorang pemimpin negara yang amanah atau dapat dipercaya. Karena pemimpin yang amanah akan lebih mengutamakan kepentingan rakyatnya.
Di sini timbul pertanyaan, pemimpin yang bagaimana yang amanah itu? Pasti jawaban setiap individu akan berbeda-beda. Nah, menurut saya kriteria calon presiden 2014 yang amanah itu sebagai berikut :
1. Jujur
Jujur berarti berkata apa adanya tanpa menambah ataupun menguranginya. Seorang calon Presiden harus jujur tentang apapun, jadi tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Sehingga rakyat bisa mengetahui apa yang terjadi pada negara. Kalau Presiden jujur, rakyat pasti akan jujur juga.
2. Beriman dan Bertaqwa
Beriman berarti percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Dan bertaqwa berarti selalu senantiasa menjalankan perintah Tuhan. Yang pasti seorang calon Presiden harus beragama dan patuh dengan agamanya. Jika seorang beriman dan bertaqwa, pasti akan menghindari perbuatan dosa.
3. Bertanggung Jawab
Harus mempunyai rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban sebagai seorang pemimpin negara. Yang berarti harus siap menerima apapun tugas sebagai seorang Presiden. Sehingga tidak akan meninggalkan tugas yang seharusnya dilakukan. Jadi tugas itu akan selalu tuntas atau terselesaikan.
4. Adil dan Bijaksana
Adil artinya tidak berat sebelah. Seorang calon Presiden itu harus adil terhadap rakyatnya. Maksudnya tidak membedak-bedakan siapapun. Karena di mata Tuhan, manusia itu sama. Selain itu, harus bijaksana dalam mengambil keputusan. Harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk bagi rakyatnya.
5. Anti Korupsi
Nah, saat ini KPK sedang giat-giatnya memberantas korupsi. Seharusnya bukan hanya pihak-pihak tertentu saja yang memberantas korupsi. Presidenpun harus ikut andil dalam memberantas korupsi. Jadi,calon Presiden harus memiliki sifat anti korupsi.
6. Sederhana
Di sini maksudnya, calon Presiden itu harus yang terbiasa hidup sederhana. Yang berarti hidup tidak berlebih-lebihan. Meskipun nantinya segala fasilitas telah terpenuhi. Hal ini untuk memberikan contoh kepada rakyatnya. Sehingga memperkecil adanya kecemburuan sosial di kehidupan rakyat.
7. Suka Bersedekah
Agar dicintai oleh rakyatnya,calon Presiden harus selalu bersedekah. Karena dengan bersedekah akan membantu rakyat ekonomi rakyat. Bersdekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, tetapi dengan bersedekah akan menambah rejeki. Rakyat akan meniru sikap pemimpinnya.
8. Berwawasan Luas
Untuk menjalin kerja sama dengan negara lain, maka seorang calon Presiden harus memiliki wawasan yang luas. Misalnya, menguasai beberapa bahasa asing. Sehingga tidak ada kesulitan komunikasi dengan pemimpin negara lain. Bukan hanya untuk menjalin kerja sama dengan negara lain, wawasan yang luas akan membantu Presiden untuk memecahakan masalah yang ada di negara.
9. Disiplin
Disiplin berarti patuh pada waktu dan tata tertib yang berlaku. Kunci seorang yang sukses itu salah satunya dikarenakan dia selalu disiplin dalam segala hal. Demikian juga dengan calon Presiden harus selalu disiplin dalam segala hal. Untuk memajukan negaranya. Kalau Presiden tidak disiplin, maka tugas tidak akan terselesaikan dengan tepat waktu dan negara tidak akan maju dalam segala hal.
10. Ramah
Ramah artinya baik hati dan mudah bergaul. Adakalanya seorang yang telah meraih kesuksesan dia merasa hebat dan sombong. Dan menganggap orang di sekitarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dia. Jika sifat seperti ini dimiliki oleh seorang calon Presiden, maka nantinya dia tidak akan memperhatikan kehidupan rakyatnya. Untuk mengatasi hal tersebut, calon Presiden haruslah orang yang ramah dengan siapapun. Karena dengan keramahan akan lebih dekat dengan rakyat.
11. Berwibawa
Calon Presiden haruslah memiliki wibawa. Karena jika seseorang memiliki wibawa, maka ia akan dihormati dan disegani oleh rakyatnya. Fatal akibatnya jika seorang calon Presiden tidak memiliki wibawa, maka kelak tidak ada yang hormat dan segan dengannya.
12. Mampu Menjadi Motivator
Hubungan seorang pemimpin dengan motivasi yaitu seorang pemimpin adalah sekaligus seorang motivator. Demikianlah memang seharusnya. Pimpinan adalah titik sentral dan titik awal sebuah langkah akan dimulai. Motivasi akan lahir jika pimpinan menyadari fungsinya sebagai motivator. Tanda-tanda seorang pemimpin menyadari fungsinya sebagai motivator :
a.Memiliki kepedulian kepada orang lain
b. Mampu menjadi pendengar yang baik
c. Mengajak kepada kebaikan
d. Mampu meyakinkan oranglain
e. Berusaha mengerti keinginan orang lain.
Di dalam riwayat agama islam, tokoh yang mendekati kriteria seperti di atas adalah pada saat kepemimpinan Abu Bakar As-Shiddiq. Kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.
Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.
Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Kira-kira ada apa tidak ya calon Presiden 2014 yang memenuhi 12 kriteria yang saya sebutkan di atas? Semoga saja ada yang mendekati kriteria tersebut. Kalau ada, pasti Negara Indonesia akan makmur dan sentosa.
 sumber:

 http://www.pewarta-indonesia.com/kolom-pewarta/kriteria-presiden-ri/7631-kriteria-calon-presiden-2014-yang-amanah-17u.html

Mobil tanpa supir

Google memperkenalkan prototipe mobil yang bisa melaju sendiri tanpa supir dan tidak memiliki perlengkapan mobil biasa.


Perusahaan Google mulai membuat mobil tanpa sopir dan berharap bisa menguji cobanya tahun ini juga. "Mobil ini tidak akan memiliki setir, pedal gas atau rem. Karena mobil ini tidak memerlukannya. Software dan alat sensor kami yang melakukan pekerjaan tersebut," demikian tulisan Google dalam blognya Selasa (27/05/14). Hanya ada tombol untuk 'jalan' dan 'berhenti'.
Google berencana memproduksi sekitar 100 kendaraan prototipe. Akhir tahun ini, pengemudi tes Google akan mulai menguji versi awal dengan pengendali manual. "Jika berjalan mulus, kami akan meluncurkan program pertama secara kecil-kecilan di Kalifornia dalam dua tahun ke depan," tambah Google.
Mobil Google ini tidak bisa melaju dengan cepat. Batas kecepatan maksimalnya hanya 40 km per jam dan hanya bisa menampung dua orang. Menurut harian San Jose Mercury News, mobil ini menggunakan baterai, memiliki penahan angin yang felksibel dan penutup bagian depan mobil yang terbuat dari materi mirip busa.
sumber:
http://www.dw.de/mobil-tanpa-sopir-dari-google/a-17667891



Teknologi garis gawang

Teknologi garis gawang

Piala Dunia Berazil 2014 merupakan ajang piala dunia FIFA pertama yang melengkapi wasitnya dengan bantuan teknologi untuk menentukan apakah bola melewati garis gawang. Setelah hadirnya beberapa gol kontroversial yang menyebabkan perdebatan panjang terjadi di beberapa tahun terakhir, FIFA akhirnya mengimplementasikan teknologi garis gawang tersebut pada turnamen piala dunia kali ini, demikian dilaporkan venture Beat (22/6/2014).
Setelah mempertimbangkan dan menguji beberapa perusahaan termasuk Cairos, Hawk-Eye dan GoalRef, akhirnya FIFA memberi akses kepada GoalControl, perusahaan asal Jerman, untuk menginstal 14  kamera kecepatan tinggi di setiap stadion. Masing-masing garis gawang diawasi oleh 7 kamera yang dipasang di berbagai titik di bagian atas stadion atau atap. Kamera-kamera tersebut mampu membidik 500 frame per detik dan mengirimkan gambar-gambar tersebut ke komputer pengolah gambar melalui kabel fiber optik.
“Posisi bola secara terus menerus dan otomatis dibidik dalam koordinat 3D dan indikasi apakah gol telah tercetak segera dikonfirmasi kurang dari satu detik melalui jam tangan yang dikenakan masing-masing wasit atau petugas pertandingan,” demikian penjelasan di situs FIFA. Jam tangan tersebut akan bergetar dan tulisan ‘GOAL‘ berkedap kedip sekitar sedetik setelah bola melewati garis gawang.
Salah satu penyebab yang mendorong keputusan FIFA untuk melibatkan teknologi garis gawang tersebut pada Piala Dunia Brazil 2014 adalah gol kontroversial yang terjadi di pertandingan Piala Dunia 2010 antara kesebelasan Inggris dan Jerman. Saat itu, gol dari frenk lampad yang membobol gawang Jerman dianulir meski rekaman jaringan TV menunjukan bola telah melintasi garis gawang sebelum memantul ke tangan kiper Jerman. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Jerman 4-1.
Pertandingan sepakbola antara Perancis melawan  Hounduras ada 15 Juni lalu  menjadi pertandingan pertama yang merasakan fungsi dari teknologi  ini.  Penetapan gol kedua dari Perancis yang membobol gawang Honduras berhasil diputuskan melalui bantuan teknologi garis gawang.


Selasa, 10 Juni 2014

penutupan windows xp

Merdeka.com - 4 hari lagi, produk Microsoft yang terkenal yaitu Windows XP akan berakhir masa edarnya. Sebenarnya, apa sih alasan Microsoft menutup operating system tersebut?

Menurut data yang diunggah oleh Net 
Applications
, sampai saat ini pengguna Windows XP di seluruh dunia masih berada di kisaran 28 persen atau menduduki posisi kedua di bawah Windows 7 (49 persen) dan di atas Windows 8 (6,4 persen).
Pihak Microsoft sendiri ternyata memiliki alasan kenapa mereka mengambil keputusan tersebut. "Alasan utama kami menghentikan support kepada Windows XP karena masalah keamanan," jelas pihak Microsoft, seperti dikutip dari WSJ (02/04).
Namun benarkah mereka menghentikan masa edar Windows XP tersebut karena masalah keamanan saja?
Memang selama ini banyak hacker dan cybercriminal lainnya yang lebih menyukai Windows XP sebagai sasaran tembak mereka karena celah keamanan di operating system itu mudah untuk diterobos.
Bahkan, ada prediksi bahwa setelah tidak lagi mendapatkan support dari Microsoft, ATM-ATM di seluruh dunia yang menggunakan Windows XP sebagai otak pengoperasiannya dapat dengan mudah diretas.
Berdasarkan hal tersebut, maka Microsoft memutuskan untuk menghentikan masa kerja Windows XP setelah beberapa tahun berkibar di dunia PC.
Namun apabila sedikit menjelajah ke dalam, nampaknya ada tendensi lain yang menyebabkan kenapa Microsoft harus mengakhiri hidup dari operating system populer tersebut.
Hal itu dikarenakan popularitas dan pangsa pasar serta penjualan Windows 8 yang digadang-gadangkan sebagai produk paling unggulan dan modern milik Microsoft yang kurang begitu tumbuh pesat.
Bukti kenapa Microsoft ingin menaikkan penjualan operating system baru itu dan juga produk-produk berbasis Windows 8 adalah seringnya muncul publikasi kepada pengguna PC agar beralih menggunakan OS tersebut dan meninggalkan Windows XP daripada ke Windows 7.
Dan lagi, ada rumor yang sempat beredar bahwa dalam beberapa bulan lagi, Windows 7 juga akan 'dikebiri' perlahan dan sedikit demi sedikit.
Memang masih terlalu awam untuk mengatakan bahwa penutupan Windows XP hanya gara-gara Windows 8 tidak begitu laku di pasaran, namun pastinya Microsoft memiliki alasan lainnya yang tidak diungkapkan ke publik kenapa harus mengambil langkah tersebut.



Heart Bleed (Debug Internet)

Heart Bleed (Debug Internet)
Debugging adalah sebuah metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk mencari dan mengurangi bug, atau kerusakan di dalam sebuah program komputer atau perangkat keras sehingga perangkat tersebut bekerja sesuai dengan harapan. Debugging cenderung lebih rumit ketika beberapa subsistem lainnya terikat dengan ketat dengannya, mengingat sebuah perubahan di satu sisi, mungkin dapat menyebabkan munculnya bug lain di dalam subsistem lainnya.

Bug dengan terjemahan langsung ke bahasa Indonesia adalah serangga atau kutu. Bug merupakan suatu kesalahan desain pada suatu perangkat keras komputer atau perangkat lunak komputer yang menyebabkan peralatan atau program itu tidak berfungsi semestinya. Bug umumnya lebih umum dalam dunia perangkat lunak dibandingkan dengan perangkat keras.

Kenapa dinamakan bug?
Tahun 1945 sewaktu ukuran komputer masih sebesar kamar, pihak militer Amerika Serikat menggunakan komputer yang bernama “Mark 1″. Suatu hari komputer ini tidak berfungsi dengan semestinya, setelah komputer itu diperiksa ternyata ada suatu bagian perangkat keras di mana terdapat serangga yang tersangkut. Setelah serangga itu diangkat dari perangkat keras, komputer dapat berfungsi dengan baik. Maka sejak saat itu kata bug lekat dengan masalah-masalah pada komputer. Debugging adalah proses menghilangkan bug dari suatu program.

Pengujian perangkat lunak adalah proses yang dapat direncanakan dan ditentukan secara sistematis. Desain test case dapat dilakukan, strategi dapat ditentukan, dan hasil dapat dievaluasi berdasarkan harapan-harapan yang ditentukan sebelumnya.

Debugging terjadi sebagai akibat dari pengujian yang berhasil. Jika test case mengungkap kesalahan, maka debugging adalah proses yang menghasilkan penghilangan kesalahan. Perekayasa perangkat lunak yang mengevaluasi hasil suatu pengujian sering dihadapkan pada indikasi “simtomatis” dari suatu masalah pernagkat lunak, yaitu bahwa manisfestasi eksternaldari kesalahan dan penyebab internal kesalahan dapat tidak memiliki hubungan yang jelas satu dengan lainnya. Proses mental yang dipahami secara buruk yang menghubungkan sebuah symptom dengan suatu penyebab disebut debugging.

Proses Debugging

Debugging bukan merupakan pengujian, tetapi selalu terjadi sebagai bagian akibat dari pengujian. Proses debungging dimulai dengan eksekusi terhadap suatu test case. Hasilnya dinilai, dan ditemukan kurangnya hubungan antara harapan dan yang sesungguhnya. Dalam banyak kasus, data yang tidak berkaitan merupakan gejala dari suatu penyebab pokok tetapi masih tersembunyi, sehingga perlu ada koreksi kesalahan.

Proses debugging akan selalu memiliki salah satu dari dua hasil akhir berikut:

Penyebab akan ditemukan, dikoreksi, dan dihilangkan, atau
Penyebab tidak akan ditemukan.
Dalam kasus yang terakhir, orang yang melakukan debugging mungkin mencurigai suatu penyebab, mendesainsuatu test case untuk membantu kecurigaannya, dan bekerja untuk koreksi kesalahan dengan gaya yang iterative.

Beberapa karakteristik bug memberi kunci :

Gejala dan penyebab dapat jauh secara geografis, dimana gejala dapat muncul didalam satu bagian dari suatu program, sementara penyebab dapat ditempatkan pada suatu sisi yang terlepas jauh.
Gejala dapat hilang (kadang-kadang) ketika kesalahan yang lain dibetulkan.
Gejala dapat benar-benar disebabkan oleh sesuatu yang tidak salah (misalnya pembulatan yang tidak akurat).
Simpton dapat disebabkan oleh kesalahan manusia yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri.
Gejala dapat merupakan hasil dari masalah timing, dan bukan dari masalah pemrosesan.
Mungkin sulit untuk mereproduksi kondisi input secara akurat (misalnya aplikasi real time dimana pengurutan input tidak ditentukan).
Gejala dapat sebentar-sebentar. Hal ini sangat umum pada system yang embedded yang merangkai perangkat lunak dan perangkat keras yang tidak mungkin dilepaskan.
Gejala dapat berhubungan dengan penyebab yang didistribusikan melewati sejumlah tugas yang bekerja pada prosesor yang berbeda.
Selama debugging, kita menemukan kesalahan-kesalahan mulai dari gangguan yang halus (missal format output yang tidak betul) sampai katrastropis (misalnya kegagalan system yang menyebabkan kerusakan fisik atau ekonomis).

Sebagai akibat dari peningkatan keslahan, jumlah tekanan untuk menemukan kesalahan juga bertambah. Sering kali tekanan memaksa seorang pengembang perangkat lunak untuk membetulkan keslahan dan pada saat yang sama memunculkan lagi dua kesalahan baru.

Pertimbangan Psikologis

Sayangnya muncul banyak bukti bahwa kekuatan debugging adalah sifat bawaan manusia. Banyak orang yang cakap dalam hal ini, sementara banyak juga yang tidak. Menanggapi aspek manusia dari debugging. Shneiderman [SHN80] menyatakan :

Debugging merupakan salah satu dari berbagai bagian pemrograman yang membuat lebih frustasi. Debugging memiliki elemen pemecahan masalah atau pengganggu otak, yang bersama dengan penghindaran kesadaran bahwa Anda melakukan suatu kesalahan. Kekhawatiran yang meningkat dan keengganan untuk menerima, kesalahan akan meningkatkan kesulitan tugas. Sayangnya, ada keluhan yang sangat mendalam mengenai pembebasan dan pengurangan ketegangan ketika pada akhirnya bug ……… dikoreksi.

Meskipun mungkin sulit untuk mempelajari debugging, sejumlah pendekatan terhadap masalah tersebut dapat diusulkan. Kita akan melihat dalam sub bab selanjutnya.

Pendekatan-pendekatan Debugging


Tanpa memperhatikan pendekatan yang diambil, debugging memiliki satu sasaran yang diabaikan, untuk menemukan dan mengkoreksi penyebab kesalahan perangkat lunak. Sasaran tersebut direalisasi dengan suatu kombinasi evaluasi yang sistematis, intuisi, dan keberuntungan.

Bradley (BRA85) menggambarkan pendekatan Debugging dengan cara berikut :

Debugging adalah sebuah aplikasi langsung dari metodekeilmuan yang telah dikembangkan selama 2500 tahun. Dasar dari debugging adalah meletakkan sumber-sumber masalah (penyebab) dengan partisi biner melalui hipotesis kerja yang memperkirakan nilai-nilai baru yang akan diuji.

Ambillah contoh non-perangkat lunak sederhana, yaitu :

Lampu dirumah saya tidak bekerja. Bila tidak ada yang bekerja didalam rumah itu, penyebabnya tentu pada pemutus rangkaian utama atau sebab dari luar. Saya melihat sekeliling untuk melihat apakah lampu para tetangga juga mati. Saya memasukkan lampu yang dicurigai kedalam soket yang bekerja dan menyelidiki lampu rangkaian yang dicurigai. Begitulah berbagai pilihan hipotesa dan pengujian.

Secara umum, tiga kategoti pendekatan debugging dapat diusulkan (MYE79) :

1. Gaya yang kasar (Brute force)
Kategori debugging brute force mungkin merupakan yang paling umum dan metode yang paling efisien untuk mengisolasi penyebab kesalahan perangkat lunak. Kita mengaplikasikan metode debugging brute force bila semua yang lain telah gagal. Dengan menggunakan filosofi ”biarkan komputer menemukan kesalahan”, tempat sampah memori dipakai, penelusuran runtime dilakukan, dan program dibebani dengan statemen WRITE. Kita mengharapkan bahwa dimanapun didalam rawa informasi yang diproduksi, kita akan menemukan suatu kunci yang akan membawa kita kepada penyebab kesalahan. Meskipun banyaknya informasi yang dihasilkan pada akhirnya akan membawa kita meraih sukses, lebih sering dia menyebabkan kita menghambur-hamburkan usaha dan waktu. Kita harus memikirkannya terlebih dahulu.

2. Penelusuran balik (backtracking)
Backtracking adalah pendekatan debugging yang sangat umum yang dapat digunakan secara sukses didalam program yang kecil. Mulai pada sisi dimana suatu gejala diungkap, kode sumber ditelusuri balik (secara manual) samapai sisi penyebab ditemukan. Sayangnya, bila jumlah baris sumber bertambah, maka jumlah jalur balik potensial dapat sangat banyak.

3. Eliminasi penyebab
Cause elimination dimanisfestasikan oleh induksi atau deduksi serta mengawali konsep partisi biner. Data yang berhubungan dengan kejadian kesalahan dikumpulkan untuk mengisolasi penyebab potensial. Hipotesis penyebab dibuat dan data digunakan untuk membuktikan penolakan hipotesis tersebut. Sebagai alternatif, daftar semua penyebab yang mungkin dikembangkan dan dilakukan pengujian untuk mengeliminasi masing-masing kesalahan. Jika pengujian awal menunjukkan bahwa suatu hipotesis penyebab memberikan gambaran hasil yang jelas, maka data itu disaring sebagai usaha untuk mengisolasi bug.

Masing-masing pendekatan debugging tersebut dapat ditambah dengan piranti debugging. Kita dapat mengaplikasikan berbagai kompiler debugging yang luas, bantuan debugging yang dinamis (tracer), generator test case, ruang sisa memori dan peta cross-reference. Namun piranti bukanlah pengganti bagi evaluasi yang berhati-hati yang didasarkan atas dokumen desain perangkat lunak yang lengkap dan kode sumber yang jelas.

Sekali bug ditemukan, bug harus dibetulkan. Tetapi seperti telah kita catat, koreksi terhadap suatu bug dapat memunculkan kesalahan lain sehingga lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

Van Vleck (FAN89) mengusulkan tiga pertanyaan sederhana yang harus diajukan kepada perekayasa perangkat lunak sebelum melakukan koreksi yang menghilangkan penyebab suatu bug, yaitu :

1. Apakah penyebab bug direproduksi didalam bagian lain program tersebut?
Dalam berbagai situasi, kesalahan program disebabkan oleh sebuah contoh logika yang keliru yang dapat dibuat ulang ditempat lain. Pertimbangan eksplisit dari contoh logika tersebut akan menghasilkan penemuan kesalahan yang lain.

2. Apa ”bug selanjutnya,” yang akan dimunculkan oleh perbaikan yang akan dibuat?
Sebelum koreksi dibuat, kode sumber (atau lebih baik,desain) harus dievaluasi untuk memperkirakan pemasangan logika dan struktur data. Bila koreksi akan dilakukan pada bagian program yang akan dirangkai, maka harus ada perhatian khusus bila banyak perubahan dilakukan.

3. Apa yang dapat kita lakukan untuk menghindari bug ini didalam tempat pertama?

Pertanyaan ini merupakan langkah pertama untuk membangun pendekatan jaminan kualitas perangkat lunak statistik. Bila kita mengkoreksi proses dan produk, bug akan dihilangkan dari program yang ada dan dapat dieliminasi dari semua program selanjutnya.

sumber:
http://revoluthion.wordpress.com/2009/10/07/debugging-pengertian/


Perkembangaan timnas u 19



Melihat perkembangan timnas saat ini, Kurniawan sangat mengapresiasi performa timnas Indonesia U-19 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafrie. Dengan persiapan yang matang serta penambahan jam terbang, diharapkan tim Garuda Muda bisa berbicara banyak di kawasan Asia maupun internasional.

"Ya saat ini saya melihat timnas U-19 bisa menjadi harapan warga Indonesia. Mungkin dengan bertambahnya pengalaman mereka di event yang diikuti bisa menjadikan mereka tim yang solid dan bagus," jelas Kurniawan kepada wartawan.

Keberhasilan timnas U-19 menggondol Piala AFF U-19 tahun lalu menjadi bukti Indonesia memiliki bibit pemain dan tim potensial untuk berlaga di ajang yang lebih prestis. Akan tetapi, mantan pemain Persija itu mengatakan, jangan memberikan harapan berlebih pada skuad U-19.

Menurutnya, Evan Dimas dkk hanya memerlukan dukungan penuh dari segenap warga Indonesia.

"Walau mereka (Timnas U-19) pernah memberikan gelar juara, namun tak baik jika menumpahkan ekspektasi berlebih karena hanya akan jadi tekanan berat bagi mereka," ia memungkasi.

Timnas U-19 saat ini tengah menjalani rangkaian tur ujicoba di Timur Tengah. Usai dua kali berhadapan dengan Timnas U-19 Oman, skuad Garuda Muda yang kini telah tiba di Uni Emirat Arab akan menjajal Timnas UEA U-19 dan klub Al-Shabab.[rza]